Selamat Datang di Website Resmi Pemerintahan Desa Guntung  Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah

 

Yuks Ke Penangkaran Penyu

Administrator 31 Januari 2018 12:05:12 Berita Desa

 
KOBA - Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Bangka Tengah (Bateng) secara kontinyu terus membudidayakan kelestarian habitat penyu hijau (chelonia mydas) dan penyu sisik (eretmochelys imbricata) di perairan laut Pulau Bangka di UPT Penangkaran Penyu Desa Guntung. Bahkan secara bertahap, tukik yang menjadi penyu dewasa dilepaskan ke laut tempat habitat asalnya.
Penanggungjawab UPT Penangkaran Penyu Guntung, Fajriyan mengatakan jenis penyu sisik dan penyu hijau merupakan penyu asli perairan Kepulauan Bangka menjadi pioner di penangkaran. "UPT Penangkaran Penyu Guntung ini didirikan oleh Pemkab untuk program konservasi terhadap binatang yang hampir punah dari habitatnya, baik itu disebabkan oleh mangsa, kanibalisme hingga kegiatan illegal perdagangan dan penyelundupan penyu dan daging penyu," ujar Fajriyan kepada RB di lokasi penangkaran, Jum’at (9/1) pagi.
Dikatakan Fajriyan, sumber penangkaran penyu di UPT dengan membeli telur-telur penyu dari para nelayan yang didapat di pasir-pasir pantai sekitar laut Pulau Bangka. Hingga kini, telah mencapai ribuan ekor penyu yang dilepaskan ke laut oleh UPT Penangkaran Penyu Guntung secara kontinyu.
"Meski sosialisasi belum terlalu masif, namun dengan keberadaan UPT Penangkaran Penyu Guntung ini menjadi salah satu bentuk sosialisasi agar masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan terutama pada habitat penyu hijau dan penyu sisik," ungkapnya.
Masih diungkapkannya, UPT Penangkaran Penyu Guntung tersebut menjadi salah satu tempat tujuan wisata di Bateng. Bahkan jumlah pengunjung, semakin hari semakin bertambah mulai dari wisatawan lokal dan manca negara. Selain siswa-siswa sekolah yang berkarya wisata tak kalah banyaknya berkunjung untuk melihat dan mempelajari tentang penyu lebih dekat.
"Di UPT ini, kami pun siap melayani dan memberikan informasi pengetahuan seputar penyu hijau dan penyu sisik kepada pengunjung. Pada hari Sabtu dan Minggu atau hari libur. Biasanya pengunjung membludak mencapai ratusan, terlebih pada saat pelepasan tukik yang telah berusia diatas 3 bulan ke laut oleh Pak Bupati Bateng dan DKP maka bisa lebih ramai lagi," jelasnya.
Saat ini di UPT kata Fajriyan, terdapat 128 anak penyu atau tukik yang telah berumur diatas 3 bulan dan siap dilepaskan ke laut dalam waktu dekat ini. "Sifat kanibal pada tukik-tujik ini cukup tinggi, maka dari itu butuh perhatian ekstra dan perawatan yang intens. Serta tukik yang sakit dan tukik yang lebih buas, haruslah dipisahkan di tempat perawatan khusus," tuturnya, seraya menjelaskan habitat asli seekor induk penyu mampu menghasilkan telur sebanyak 250 butir dalam sekali bertelur, namun tak semuanya akan bisa hidup menjadi penyu dewasa. Pasalnya, dari seribu butir telur penyu yang menetas, hanya akan bertahan satu ekor yang akan mencapai umur dewasa hingga 10 tahun mendatang kembali ke tempat asalnya dilahirkan. 
Kemudian pemangsa penyu yang paling utama di alam liar ketika penyu masih kecil adalah biawak. Belum lagi pemangsa lain di lautan yang lebih banyak. Maka tak heran jika penyu sangat sulit ditemukan. Apalagi ulah manusia yang makin hari makin banyak saja memburu penyu untuk dimakan dagingnya, ataupun dijadikan cindera mata cangkangnya. Penyu juga termasuk hewan yang sangat mudah mati karena adanya polusi yang ada di lautan.(and)
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Peta Desa

Aparatur Desa

Kepala Desa Kepala Dusun 1 Kepala Dusun 2

Sinergi Program

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Facebook

Lokasi Kantor Desa

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung